KAIFA HALUKI YAA UKHTI?
Juli 15, 2008
sofiyah
Apa kabarmu hari ini saudariku?
Teringat beberapa tahun silam ketika hidayah yang tak pernah engkau sangka2 menyapamu.
Masih lekat dalam ingatan ketika waktu istirahat harus engkau habiskan untuk mengeluarkan ide2mu dalam musyawarah, bahkan tak jarang waktu belajar pun “terpaksa” engkau korbankan.
Ketika engkau begitu semangat mengamalkan ilmu yang kau dapatkan.
Ketika pertama kali engkau menutup auratmu dengan rapat. Kau tahu… engkau begitu cantik dan anggun!
Engkau berjalan dengan penuh keikhlasan menuju syurganya. Betapa kau percaya bahwa Allah azza wajalla akan menolong hamba-hamba yang menolong dinNya.
Kaifa haluki perjuanganmu ukhti?
Auratmu makin hari makin tertutup dengan sempurna. Engkaupun makin cantik dan bersahaja. Ku tahu saudariku… tak mudah engkau mengenakannya. Kau terpaksa menutup kuping dari suara2 sumbang yang mengataimu ninja, karung berjalan atau bahkan teroris. Ah…itu terlalu naïf untuk menghalangimu berislam secara kaffah. Penilaian Allah selalu menjadi prioritasmu! Hadits ghuraba’ selalu menjadi penghiburmu…
Apa kabar dakwah keluargamu ukhti?
Masihkan engkau terpaksa menelan pahitnya cacian mereka yang tidak faham akan prinsip yang engkau pegang?
Apakah lirikan mata penuh kecurigaan bahkan tuduhan masih mengiringi langkahmu?
Betapapun dalam setiap sujud panjangmu kau tak pernah lalai memohonkan hidayah bagi mereka, bahkan tak jarang disertai dengan deraian air mata.
Namun, kulihat hal tersebut tak menggoyahkanmu sedikitpun.
Kau tetap berjalan saudariku…
Bersama kesulitan ada kebahagiaan yang mengiringinya
Janji Allah membuatmu semakin kuat dan tegar mengalahkan karang di lautan!
Apa kabar ibadahmu saudariku?
Hari-harimu kau lalui dengan penuh kesahajaan.
Tilawah Qur’an tak pernah alfa dari agendamu sekalipun kesibukanmu melebihi para pejabat Negara!
Lisanmu senantiasa basah dengan dzikrullah, matamu makin indah dengan ghadul bashar.
Ketika manusia terbuai dengan tenangnya malam, engkau malah khusyu’ bermunajat pada Rabbmu. Kau keluhkan seluruh masalah yang menghimpit dadamu padaNya.
Sering terdengar ayat-ayat Allah dari lisanmu ketika engkau menghafalkan Kalamullah.
Ketika banyak saudarimu yang senang menyenandungkan bait-bait lagu, kau tak pernah tergiur. Kau begitu khusyu’ mentadabburi surat dari Rabbmu, karena kau tahu hanya dengan mempelajarinya engkau bisa selamat.
Apakabarmu hari ini sadariku?
Sudahkah engkau membaca lara yang menimpa saudara kita di Afghanistan, Palestina dan belahan bumi lainnya?
Sudahkah engkau membaca kitab ilmu dan hadits yang diwariskan oleh nabi kita?
Saudariku…
Begitu banyak kewajiban dakwah yang belum tersentuh tanganmu.
Bagaimana kabar dakwah keluargamu, kampusmu dan lingkungan tempatmu berpijak?
Sudahkah engkau mengambil barisan dengan orang-orang yang berjuang di jalannya?
Masihkah semangatmu yang dulu tetap berkobar dalam dadamu?
Ataukah sekarang kau lebih suka menonton, diam, pasif, tiada percaya diri dan sibuk dengan diri sendiri?
Sekarang saatnya bangkit dan berjuang saudariku.
Mari membangun keimanan, nerengkuh keistiqamahan tuk meraih kemuliaan hidup di dunia dan di akhirat kelak. Bersama kita berpegangan tangan menuju jannah-Nya. Jangan pernah lepaskan saudariku……..
Entry Filed under: cewek "an-nisa"
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed